“Mereka menolak panggilan kita lagi.” Pria dengan kulit pucatnya hanya melirik, badannya dia posisikan untuk bersandar pada bantalan kursi yang empuk. “Benarkah itu?” Suaranya nampak begitu pelan, dan juga cukup tenang. Meski begitu asisten yang berada disisinya sedikit takut akan balasan dari sang tuan. Dia hanya menganggukan kepalanya. “Haruskah saya kembali menghubunginya lagi, Tuan Warren?” Sang asisten sedikit mencicit. Bukannya dia tidak melakukan semua yang dia bisa. Tentu dia telah melakukan semua hal yang memungkinkan, tapi subjek yang ingin dihubungi selalu menolak. Kebanyakan bahkan mengabaikankan. Terakhir kali dia mendapatkan nomor ponsel adiknya yang merangkap sebagai manager tapi hasilnya tetap nihil. Terakhir dia melakukannya pria bernama Tyrion mengatakan untuk berhent

