Aku bisa melihat bahwa Elvern melebarkan kedua matanya tatkala aku berkata demikian. Tetapi pria itu tidak mengatakan apapun dan malah tetap mengobati wajahku, melanjutkan pekerjaannya seolah aku tidak pernah mengatakan hal itu. Ketika dia melakukannya, aku baru menyadari bahwa aku memiliki banyak sekali memar, setiap kali Elvern mengoleskan kapas basah pada kulitku saat itu pula aku merasakan rasa perih yang menyengat di wajahku. Sepertinya aku memang membutuhkan cermin sekarang juga, untuk memastikan seberapa parah dan seberapa menyedihkan wajahku yang benar-benar kena pukul. “Sekarang kakimu Haleth,” “H-ha? Sudah kubilang tadi kan—" Aku menatap kearah Elvern yang sekarang menyingkirkan kapas dan memegang botol salep. Aku bahkan tidak bisa meneruskan perkataanku, entah kenapa. Rasany

