Aku menatap pria didepanku, dia memposisikan tubuhnya membungkuk kearahku dan gerak geriknya sopan. Dia pria yang tampan, dengan rambut berwarna hitamnya dan wajahnya yang stoic. Saat aku memperhatikan, pria yang menculikku tersebut menarik kursi untuk duduk dihadapanku. “Halo Nona Haleth, senang akhirnya bisa bertemu denganmu.” Aku sudah mengenal dia, suaranya yang halus dan ekspresi wajahnya. Pantas saja aku mengenal suaranya, dia adalah pria yang sama yang aku temui di pesta makan malam Elvern waktu itu. Pria yang sama yang memperingatkanku agar aku menjauh dari Elvern. “Kau!” Aku berteriak, tapi mulutku dibungkam oleh kain tebal. Yang biasa aku lakukan hanyalah mengatakan demikian meskipun yang keluar adalah suara yang teredam dan tidak jelas terdengar. Pria itu tersenyum tenan

