“Ini dia tempatnya!” aku berdiri dengan bangga didepan sebuah toko yang sudah lama menarik perhatianku. Itu adalah sebuah toko kecil, dengan jendelanya yang terlihat berkabut karena asap yang berasal dari kuali besar yang menampung kuah untuk hidangannya. Papan nama menutupi bagian depan. Berkelap kelip dihias dengan lampu-lampu kecil disekelilingnya. Toko Mie Cabe Setan. Dibawah papan nama itu tergantung papan kayu bertuliskan menu yang ditawarkan. Ada Hot pot, Soba, Udon, Kue beras buatan sendiri, Fish Cake, Nori gulung goreng, onigiri. Makanan yang ditawarkan lumayan unik dengan pilihan mie yang beragam dan makanan pendukung yang tidak mengacu pada satu makanan khas negara saja. Aku menjadi pemandu bagi Elvern. Membawanya untuk masuk kedalam. “Ayo cepat, jangan hanya berdiri disitu

