Aku terbangun dengan keadaan yang canggung diatas tempat tidur yang aku tahu bukan milikku karena kenyamanannya yang dua kali lipat lebih sempurna dari milikku. Mencari letak jam dinding untuk memastikan waktu, lalu setelahnya bertanya-tanya soal keberadaan dirinya. Sejak mengenal Elvern dalam arti tidur bersamanya, aku selalu saja berada dalam sebuah situasi yang cenderung membuatku bangun disebuah tempat yang tidak aku kenali, bahkan selalu berbeda jauh dari tempat terakhir yang aku tapaki sebelumnya. Semua disekitarku lebih seperti mimpi, seperti aku mengalami beberapa hal yang mustahil dengan pergerakan yang cepat. Meskipun yang lebih mustahil itu ada saat aku terbangun di villa pria itu yang letaknya jauh sekali dari pusat kota. Namun yang lebih dari hal penting lainnya adalah aku bis

