Sebuah surga. Itulah yang sang siluman rubah rasakan. Sebuah penantian panjang yang tidak bisa dia uraikan dengan kata-kata. Sang siluman rubah merasakan seluruh ledakan perasaan itu didalam dirinya, layaknya sebuah kembang api yang ditembakan diatas langit tahun baru. Sungguh sangat luar biasa. Ini hanyalah sebuah tindakan sederhana yang bahkan tidak bisa disamakan dengan seluruh aktivitas penuh kenikmatan yang dahulu kerap dia lakukan dimasa lalu bersama banyak wanita. Seluruh dahaga yang telah dia tahan, terisi penuh dengan cepat. Bagaimana? Bagaimana wanita itu bisa melakukan hal seperti ini kepadanya dan membuat dirinya merasa seperti ini? apakah karena bibirnya yang dia miliki merupakan paling lembut yang pernah dia sentuh dan cicipi? Apakah karena rasanya adalah yang paling manis

