"Mas, dengerin aku dulu," kata Naura sambil mengejar Gerald yang tidak berhenti meskipun dipanggil oleh Naura sejak tadi. Naura mempercepat langkahnya, menyamakan langkahnya dengan Gerald. Namun, gagal. Gerald sudah menutup pintu dan menguncinya saat tangan Naura menggantung ingin menahan Gerald. Naura memejamkan matanya. Kenapa sesak begini tidak dihiraukan oleh Gerald. Laki-laki yang biasanya selalu melontarkan gombalan konyol, itu, seketika menjadi dingin dan kelihatan marah. "Mas. Mungkin karena kamu tahu, aku masih sedikit mencintai Sagara. Kamu marah saat lihat aku berciuman sama dirinya. Namun, Mas. Kamu perlu, itu bukan mauku. Aku tidak berniat menjelek-jelekkan Sagara, tapi nyatanya dia yang lebih dulu mencium tanpa menunggu persetujuan dari ku," terang Naura dari depan pintu.

