Naura memainkan jemarinya cemas. Sekarang, Gerald sudah berada di ruang operasi. Tentu, jantung Naura tidak karuan, hatinya tidak tenang. Terlebih, dia tidak lepas untuk mendoakan kelancaran operasi Gerald. Sudah tiga hari dirinya di sini, Gerald menjalani beberapa pengobatan dulu, mengecek kesehatan dan lain-lainnya. Selama itu, rasa cemas sudah menyelimuti diri Naura. "Naura, jangan cemas. Papa yakin, operasinya berjalan lancar. Kamu belum makan kan? Makan dulu." Pranoto menepuk pundak Naura. "Hem, nanti saja, Pa. Naura nunggu Mas Gerald siuman. Lagi pula, udah diganjel roti kok perutnya." "Haduh. Kamu lupa atau emang sengaja gak diingetin? Kamu lagi hamil lho. Harus makan yang banyak. Udah, kalau kamu gak mau, biar papa yang ke kantin beliin." "Gak usah, Pa. Naura jadi ngerepotin,

