"Merasa tenang?" tanya Gerald saat kembali di kursi kemudinya saat setelah membukukan pintu mobil untuk Naura. "Hem, iya. Mama sama Papa kamu baik. Aku sebenarnya agak sungkan." "Sungkan kenapa coba, Nau? Mama saya sudah senang banget lho sama kamu. Em, ngomong-ngomong, masakan kamu enak. Selain cantik, baik hati, pinter masak juga ya calon istri," puji Gerald. "Aduh, Ge. Jangan suka mulai begitu. Aku malu dengarnya." Gerald tertawa kecil. "Iya saya tahu kok. Itu pipi kamu merah. Gapapa, makin gemes di mata saya. Kita gak pulang dulu gapapa kan?" "Memang mau ke mana?" "Nyari hiburan dulu. Naura, sekarang, kalau mau apa-apa minta sama saya ya. Kan saat ini saya yang sudah bertanggung jawab atas kamu." "Tapi kan kamu belum resmi jadi suami aku, Ge. Mana mungkin aku berani minta m

