"Jangan sedih, Els, kamu akan baik baik saja," bisikku. "Aku tahu, aku harusnya bersyukur, dengan datangnya penyakit ini aku jadi sadar bahwa waktuku semakin dekat pada tuhan. Dia seakan memberi tahu bahwa waktu penjemputannya tak lama lagi sehingga aku bisa menyiapkan diri," balasnya dengan air mata berderai. "Hei ... kata katamu sangat menyakitkan els, harusnya, kau berpikir optimis. Pesimis seperti itu akan membuatmu semakin sakit dan menderita, jangan seperti itu hanya Elsa." "Aku sangat kehilangan harapan hidup," ucapnya terisak pilu. Tiba tiba napas wanita itu menjadi cepat, dia mengeluh dan memukul dadanya. Matanya melotot dan dia mulai kejang. "Mas Irsyad!" Aku panik dan langsung berlari memanggil perawat ke meja piket. "Suster, tolong ...!" seorang wanita berpakaian putih ya

