Keesokan hari. Tidak ada yang lebih menarik perhatian ketika aku bangun dan membuka pintu kamar, selain bau kue, entah kue jenis apa, dengan aroma vanilla s**u dan sedikit asap gosong. Entahlah, mungkin hanya perasaanku saja. Kususuri lantai keramik yang membawa diri ini ke dapur dan di sana kudapati Elsa dan Icha sedang sibuk membuat kue. "Kalian sedang apa?" "Bikin Pancake." Elsa menjawabku tanpa menoleh karena sibuk menuangkan adonan ke atas pan panas. Kurasa tidak ada yang salah dengan menyiapkan sarapan, seseoang lapar dan ingin sesuatu untuk dimakan, aku sama sekali tidak keberatan. Tapi satu satunya hal yang membuatku tak nyaman bahkan nyaris kesal adalah kesan berantakan yang dia timbulkan, meja dapur yang bersih kini dipenuhi adonan, tumpahan telur dan tepung. Belum lagi was

