JBu 75

1009 Kata

Sekarang di sinilah kami berdiri, berbaris di depan rumah Haifa sambil tetap memegang kotak seserahan yang ada di kedua tanganku. Erwin yang tetap merasa tidak senang dengan apa yang terjadi tetap gigih mendekat dan mempengaruhiku. "Bunda, bunda yakin?" "Ya." "Aku kita cegah ini terjadi." "Terlambat untuk mengharap keajaiban," jawabku sambil tersenyum tipis. "Tapi kemungkinan tetap ada." "Semoga saja, tapi ... wanita itu sudah terlanjur mengaku ditiduri, terlambat untuk memperbaiki." "Apakah dia mengaku hamil pada nenek?" "Kuyakin dia mengatakan bahwa ada kemungkinan dia mengandung anak Mas Hamdan pada Ibu Syaimah," jawabku. "Halunya ketinggian," gumam Erwin, "aku masih gak yakin, Bapak Hamdan akan melakukan hal bodoh." "Siapa yang mengira bahwa kejadian semacam ini akan terjadi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN