Sore itu rasanya aku tidak ingin langsung pulang ke rumah. Hasrat ku ingin kembali ke desa saja daripada kembali ke rumah dan menatap wajah Irsyad yang menyebalkan itu. Namun barang-barang dan pakaianku ada di tempat suamiku yang sekarang ditambah lagi anak-anak masih bersekolah di kota dan mereka tidak bisa libur tanpa alasan. Kupacu mobil dengan perasaan malas, hingga akhirnya kendaraan itu sampai dan berhenti di garasi. Ku suruh anak-anak turun dan masuk terlebih dahulu sementara aku akan memberikan tas dan hal-hal lainnya. Dari mobil kudengar suara Irsyad yang menanyai anak-anak. "Mana Bunda kalian?" "Ada di mobil." "Apakah perjalanannya berjalan lancar?" "Ya, tentu, Om. Semuanya lancar." Tidak lama kemudian irsyad turun, tergopoh-gopoh dia menyambangi diri ini yang sedang membe

