50

1334 Kata

Keesokan hari, Tanpa banyak hambatan dan penolakan Ibu, Mas Hamdan lantas mengajakku pergi ke rumah Tante dan Omnya, dia bilang ingin memperkenalkan calon istri kepada anggota keluarga dan kerabat ibu-bapaknya. Tadinya takut dan ragu namun setelah diyakinkan dan menerima sikap baik serta keramahan keluarganya, perlahan rasa ragu yang tadinya menggununh di hatiku meleleh seketika. "Oh, ini toh, calon istrimu, dia terlihat baik dan sopan," ucap sang Tante. "Iya, Tan, Alhamdulillah, yang paling penting dia menyayangi anak saya," jawabnya, seraya melirikkundan putrinya yang duduk di pangkuanku. "Bagaimana Nisa Apakah Ibu Yanti baik padamu?" Gadis yang rambutnya aku kuncir dua itu mengangguk dengan senyum bahagia. "Alhamdulillah jika kamu dan anakmu cocok dengan wanita ini kami sebagai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN