Lift terbuka di lantai 28 dengan bunyi ting yang cukup keras. Kesya keluar dari lift sambil memegang tas laptop dan hampers unik yang tadi diberikan Angkasa. Rambutnya sedikit tertiup angin dari koridor, wajahnya terlihat lebih cerah dibanding pagi tadi. Belum sampai lima langkah dari lift… delapan pasang mata langsung menoleh ke arahnya. Nanda menyikut lengan Dimas pelan. “Woy.” Dimas menegakkan badan di kursinya. “Udah balik.” Rina langsung berdiri setengah dari kursinya. “Eh eh eh.” Bella bahkan sudah menahan senyum. Fajar berbisik ke Surya. “Drama dimulai.” Kesya yang melihat mereka semua menatap seperti itu langsung berhenti berjalan. “Kenapa sih kalian lihat gue kayak gue baru pulang dari nikahan?” Andre menyender di kursinya. “Bukan nikahan.” Tania langsung nyeletuk

