Selamat Kesya

913 Kata

Pagi itu suasana lantai 28 terasa berbeda. Biasanya hanya terdengar suara keyboard dan langkah kaki yang tergesa, tapi hari ini ada bisik-bisik antusias, senyum yang sulit disembunyikan, dan beberapa kepala yang sesekali menoleh ke arah meja kerja Kesya. Kesya sendiri baru saja duduk, masih membuka laptop, ketika Rafi datang membawa tablet dengan wajah yang lebih cerah dari biasanya. “Kes… lo udah lihat email blast dari direksi belum?” tanyanya pelan tapi nadanya penuh semangat. Kesya menggeleng. “Belum, baru buka laptop. Kenapa?” Rafi menyeringai lebar. “Pilot project lo… resmi dijalankan mulai minggu ini.” Kesya membeku sepersekian detik. “Serius?” Belum sempat Rafi menjawab, tiba-tiba suara tepuk tangan terdengar dari arah pantry kecil. Satu per satu staf berdiri, lalu tepuk ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN