BAB 1 JATUH KEJURANG KEMATIAN
Malam itu, di desa akresia sedang turun hujan yang sangat deras, suara guntur menggelegar, serta petir yang menyambar nyambar dengan ganas, di desa akresia ada jurang yang sangat terpencil, jurang itu bernama jurang kematian, di dasar jurang itu ada seorang pemuda berbaring dengan luka yang sangat parah. Dia adalah Lian feng pemuda yang mencari obat untuk ibu yang sedang sakit.
Namun tak seberapa lama kemudian, Lian feng pun bangun dari pingsannya ia memegang kepala nya yang sakit, ia melihat area sekitar nya namun ia tidak melihat apa pun, yang Lian feng lihat hanya kegelapan, saat ia ingin bangkit sirius merasa kaki kirinya terasa sakit, saat ia mencoba melihat kaki kirinya yang terasa sakit ternyata kaki kiri itu sudah patah, namun ia terus mencoba bangkit, tapi lagi lagi ia gagal, Lian feng pun teringat dengan ibunya yang sedang sakit, dengan penuh semangat Lian feng mencoba bangkit dengan memegang dinding jurang, Akhirnya ia pun bisa berjalan walaupun tertatih tatih.
Lian feng terus berjalan tanpa arah, ia berjalan dengan instingnya saja, Lian feng terus berjalan dengan semangat walaupun tubuhnya sudah mengalami luka yang parah, waktu terus berlalu Lian feng melihat ada goa tidak jauh dari tempat ia berdiri, tak butuh waktu lama Lian feng sudah sampai didepan lubang goa itu, saat Lian feng ingin memasuki goa itu tiba tiba ia jatuh pingsan.
............... "FLASHBACK"...............
Seperti kata kata diawal Lian feng adalah pemuda yang sangat miskin dia memiliki adik tiri, Lian feng juga tidak mengetahui siapa ayahnya, karna sejak sirius lahir ia tidak pernah melihat ayahnya, ibu Lian feng sudah sakit sejak ia berumur lima tahun dan adik yang berumur tiga, jadi Lian feng lah yang mencari nafkah untuk ibu dan adik tirinya, saat ini umur Lian feng adalah tiga belas tahun dan adiknya berumur sebelas tahun, Lian feng tinggal di dunia kultivator. dimana itu hukum rimba berlaku. Siang itu saat Lian feng ingin pulang untuk menjual hasil perburuannya. ia mendengar suara orang orang yang membicarakan tentang tumbuhnya tumbuhan yang sangat langka. Lian feng pun menjadi penasaran lalu ia pun duduk dibelakang orang itu. untuk mendengarkan tentang tumbuhan yang langka.
"Hei apakah kau sudah mendengar tentang tumbuhan langka itu.. " Ucap seorang pemuda dengan luka di pipi kirinya
"Oh bukankah tumbuhan itu tumbuh di jurang kematian.... " Ucap seorang pria paruh baya yang duduk di samping pemuda itu
" Ya apakah kau sudah mendengarnya" Ucap pemuda yang berbicara dengan temannya yang duduk disampingnya
"Tidak, aku hanya mendengar gadis cantik yang baru tinggal di desa kita" Ucap seorang pemuda dengan senyum menyeringai
"Sial kau tidak bisa berbicara dengan serius, aku membicarakan tentang tumbuhan bukan tentang gadis cantik" Ucap pria paruh baya sambil memukul kepala pemuda itu
"Hei kak aku hanya bercanda mana mungkin aku tidak tahu tentang hal itu, kabar itu sudah menyebar bahkan sampai desa sebelah. " Ucap pemuda itu sambil memengang kepalanya yang dipukul oleh pria paruh baya itu
"Jadi apakah kalian ingin mencari tumbuhan itu"
Ucap seorang pemuda dengan bekas luka dipipi kirinya
"Seperti aku tidak ingin ikut tempat itu terlalu berbahaya" Ucap pemuda itu
"Dasar pengecut" Ucap paruh baya itu
"Tidak seperti itu kak kultivasi ku baru hanya ditingkat dasar tahap akhir" ucap pemuda sambil menujukan senyum menyeringai nya
"Sudah lah, mari kita lanjut bekerja saja " Ucap pemuda dengan bekas luka dipipi kirinya
Berikut urutan kultivasi
Yang pertama ( tingkat dasar )
Yang kedua ( tingkat alam bumi )
Yang ketiga ( tingkat alam langit )
Yang keempat ( tingkat ilahi )
Yang kelima adalah ( tingkat dewa)
Yang ke enam ( tingkat kaisar dewa) biasanya tingkat ini hanya bisa digapai oleh para jenius
Dan yang ke tujuh ( tingkat mortal ) tingkat ini tidak bisa digapai dengan jenius saja.biasanya tingkat ini adalah sesepuh dari Kerajaan atupun sekte besar.
Dan yang terakhir ( tingkat imortal ) tingkat ini adalah tingkat legendaris yang sangat langka bahkan hampir tidak ada.
Dari ke enam tingkat kultivasi itu terbagi lagi menjadi 3 tahap
Tahap pertama adalah tahap dasar
Yang kedua adalah tahap menengah
Dan yang ketiga adalah tahap akhir
Berbeda dengan tahap mortal dan imortal,
Alam itu terbagi menjadi empat tahap
Yang pertama adalah tahap dasar, tahap menengah, tahap akhir, dan yang terakhir tahap kesempurnaan.
saat orang orang itu pergi, Lian feng pun ikut pergi karna tak ada hal penting lagi yang harus ia dengarkan, Lian feng pun berjalan menuju rumahnya, tak beberapa lama kemudian dipandang Lian feng ia melihat gubuk yang bobrok yang tak lain adalah rumahnya. rumah Lian feng berada di tengah hutan karna orang orang takun pada penyakit ibu Lian feng mau tak mau Lian feng harus pergi dari kediamannya itulah kenapa saat ini rumah itu berada ditengah hutan, saat sudah sampai rumah Lian feng pun membawa kan obat untuk ibunya, lalu Lian feng pun menyuapi obat ke ibunya, tak lama kemudian ada seorang perempuan muda yang cantik dan imut yang tak lain adalah adik Lian feng.
"Kakak kamu sudah pulang" Ucap adik Lian feng
"Ya aku membawakanmu ikan bakar kesukaan mu" Ucap Lian feng
Melihat itu mata adik sirius berbinar "kakak bukankah ikan itu terlalu mahal" Ujar jiang Xian atau adik Lian feng
"Haha hari ini aku sangat beruntung, aku mendapatkan banyak hewan buruan " Ucap Lian feng
"Bener kah kakak mendapatkan banyak hewan buruan" Ucap adik Lian feng sambil mengambil ikan bakar dari tangan Lian feng
"Tentu saja mana mungkin aku berbohong kepada mu" Ucap lian feng sambil memberikan ikan bakar kepada adiknya
"Kalau begitu Terima kasih kakak" Ucap jiang Xian sambil memakan ikan bakar itu dengan lahap.
"Baiklah kalau begitu aku akan membuat makanan untuk ibu" Ucap Lian feng
Tak lama kemudian Lian feng membawa makan untuk ibunya, Lian feng pun duduk disamping ibunya sambil menyuapi makanan yang baru saja ia buat. Setelah Lian feng selesai menyuapi makanan kepada ibunya Lian feng pun berniat pergi untuk mencari tumbuhan yang langka, tapi Lian feng tak berniat memberi tau ibu dan adiknya.
"Xian'er kemarilah" Ucap Lian feng sambil berjalan kearah luar rumahnya
"Ada apa kak" Ucap jiang Xian
"Ada hal yang harus aku bicarakan kepada, aku ingin pergi beberapa hari untuk melakukan hal yang penting" Ucap Lian feng
"Kenapa sangat serius kak" Ucap jiang Xian
"Aku ingin pergi, mungkin aku akan pergi selama beberapa hari" Ucap Lian feng
Mendengar hal itu wajah jiang Xian terlihat khawatir karena tidak seperti biasanya, yang akan pergi selama beberapa hari.
"Kakak kau akan pergi kemana" Ucap jiang Xian
"Aku akan pergi melakukan hal yang penting" Ucap Lian feng
"Kalau begitu aku ikut"ucap jiang Xian
" Lalu jika kamu ikut siapa yang akan mengurus ibu"ujar Lian feng
Mendengar hal itu jiang Xian pun terdiam, ia memikirkan ucapan kakaknya.
"Baiklah kalau begitu aku tidak akan ikut, tapi kakak harus berhati hati" Ucap jiang Xian
Mendengar hal itu Lian feng pun tersenyum lega karna adiknya tidak jadi ikut "tentu saja aku akan berhati hati" Jawab Lian feng, setelah itu Lian feng pun pergi sambil berlari karna ia takut adiknya berubah pikiran.
Saat Lian feng sudah jauh dari rumahnya Lian feng pun bergumam. apakah aku bisa mengambil tumbuhan itu. Sudah lah aku tidak tahu kalau aku tidak mencobanya. Lian feng pun berjalan ke arah jurang kematian, waktu trus berlalu dengan cepat tak terasa setelah satu setengah hari Lian feng pun sampai di jurang kematian, setelah ia sampai dijurang kematian ia pun berjalan menyelusuri jurang kematian, tak lama kemudian hujan pun turun dengan derasnya, setelah cukup lama Lian feng mencari tumbuhan langka itu, ia sudah merasa kelelahan, dengan nafas terengah-engah
ia berjalan dengan tubuh yang lemah, saat ia masih berjalan tiba tiba ia kaki Lian feng tergelincir jatuh ke bawah jurang.