Bagian 31 HUBUNGAN DENGAN RAMA “Rama memang tampak istimewa sejak pertama kali aku bertemu dengannya.” - Raline Anjani - Tubuh Raline rasanya sakit semua. Kepala pusing dan matanya juga masih mengantuk. Walau hari mulai terang, dia masih merebahkan tubuhnya di kasur. Rama yang membawanya pulang bersama dan mereka baru sampai sekitar tengah malam. Demi Raline, lelaki itu melawan traumanya menyetir di malam hari dengan susah payah. Meskipun Rama mengendarai mobil dengan lambat sambil berkeringat dingin, akhirnya dia bisa menaklukan rasa takutnya. Sejujurnya Raline merasa Rama adalah sosok yang tampak istimewa sejak pertama kali mereka bertemu di pusat perbelanjaan kala itu. Ada sebuah perasaan aneh ketika dia menatap mata cokelat lelaki itu. Akan tetapi, Raline tidak berani untuk menge

