Bab. 14 Karena merasa tak tahan dengan pemandangan di depannya, Andre pun melangkah mendekati Risma dan pria yang masih mengobrol dengan Risma. "Ehem, " ujarnya setelah berdiri tepat di samping Rizki. "Pak Andre," gumamku pelan dengan ekspresi sedikit takut karena melihat tatapan tajam Bos dingin itu. "Bukan kah seharusnya kamu bekerja kenapa malah asik mengobrol di sini.!" suaranya terdengar dingin dan datar. "Ah, maaf pak," aku menjawab pelan sambil menundukkan kepala tak berani menatap wajah pak Andre yang terlihat marah itu. "Maaf Riz, aku harus kembali bekerja dulu, oh ya kamu mau pesan apa?," aku bertanya pada Rizki. "Aku pesan kopi hitam aja, " Rizki menjawab sambil menduduki kursi yang ada di sampingnya. "Saya permisi dulu pak, " ujarku pada pak Andre yang masih berdi

