bab 25 bab 25 "Eh biaya eke mana An," Suara wanita jadi-jadian itu menghantikan langkahku dan pak Andre yang ingin keluar dari salon. "Nanti gue transfer gak usah takut gue nggak bayar," pak Andre menjawab tanpa menoleh ke belakang dan melanjutkan langkahnya. "Ilangin tuh wajah datar An, biar para ledis nggak takut liat wajah lo" Ujarnya lagi tapi pak Andre tak menanggapi dia masih terus berjalan keluar sedangkan aku hanya bisa mengekorinya dari belakang. Sampai nya di mobil jangankan senyum , pintu mobil pun harus aku buka sendiri, ini sih cerita nya jadi pacar kontrak yang sengsara gak ada romantis-romantisnya sama sekali. "Cepat masuk, ngapain malah bengong di situ mau saya tinggal" Aku tersadar dari lamunan saat mendengar suara pak Andre, aku pun segera masuk ke dalam mobil.

