bab 38

1098 Kata

Setelah sadar bu Yana, ibunya Rizki langsung bertetiak memanggil nama Rizki, "Rizkii, Rizki mana pah, dia masih hidupkan pa, ini semua cuma mimpikan pa, jawab mama pa, jangan diam saja," ujar Bu Yana menatap pak Rohman yang diam dengan ekspresi sedih. "Yang sabar Ma, ikhlaskan Rizki agar dia bisa tenang," tutur pak Rohman sambil memeluk istrinya, walaupun dia juga merasa kehilangan tapi dia tak ingin terlihat rapuh di depan istrinya, dia harus pura-pura tegar, untuk menguatkan istrinya. "Ayo, ma, kita bawa pulang jenazah Rizki," ujar pak Rohman sambil membantu bu Yana turun dari brangkar. Setelah sampai di ruangan jenazah, bu Yana kembali histeris kala melihat tubuh anaknya sudah terbaring kaku, dia menangis sambil memeluk tubuh Rizki. "Kenapa kamu tega ninggalin Mama, bawa mama Riz,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN