bab 20 Di perjalanan pulang aku mengarahkan pandangan keluar kaca mobil, karena pak Andre juga tak berbicara sedikit pun, aku pun tak ingin berbicara pada pak Andre karena takut salah bicara nanti malah aku yang repot. "Hem" pak Andre berdehem entah apa maksudnya, aku masih tak mengalihkan pandangan. "Minggu depan kamu harus ikut saya ke rumah untuk bertemu dengan mama saya," ujar pak Andre yang langsung membuatku menoleh ke arahnya. "Untuk apa saya harus bertemu dengan orang tua bapak, bukan kah saya masih belum setuju atas ajakan bapak tadi yang meminta saya menjadi pacar kontrak bapak" Ucap ku pada pak Andre. "Bukan kah saya sudah bilang saya tidak menerima penolakan, " ujarnya tegas. "Dan saya mau besok kamu harus memberi jawabannya," ucapnya agi. "Tap...." "Tak usah memba

