Sejak pagi, Vanilla mengabaikan panggilan yang masuk dari Joshua. Setelah sarapan, ia duduk di depan laptopnya dan kembali berkutat dengan skripsinya. Masih segar dalam ingatannya semua kalimat yang keluar dari mulut Lauren. Ia berusah mengenyahkan semuanya karena harus fokus mengerjakan skripsinya. Ponselnya yang berkali-kali berdering ia abaikan. Vanilla perlu berpikir. Ia memang telah berjanji untuk percaya pada pria itu, namun jelas tidak semudah itu mengenyahkan semua cerita Lauren. Joshua selalu bilang kalau ia dan Lauren tidak pernah benar-benar dekat, namun bagaimana bisa mereka tidur berdua. Kejadian tidur berdua sudah sangat jelas memberitahunya bagaimana hubungan keduanya. Jika pria itu jujur sejak awal, ia mungkin akan menerimanya. Sungguh, ia mencintai pria itu dan akan me

