Pria di atas ranjang itu mengerang. Kedua kelopak matanya terbuka dan langsung menyadari bahwa Vanilla sudah tidak ada di sebelahnya. Sebelah tangannya menyentuh sudut bibinya yang terasa nyeri. Jam dinding di ruangan itu sudah menunjuk pukul delapan pagi. Ia masih santai karena teringat bahwa ini adalah hari sabtu. Kedua kakinya turun ke lantai dan ia melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Wangi harum masakan tercium saat Joshua tengah memakai kaosnya. Ia tersenyum lalu merasakan nyeri di sudut bibirnya. Sudut bibirnya membiru dan rasanya menyakitkan. Ia tidak pernah menyangka akan mendapatkan luka itu dari ayahnya sendiri. Setelah selesai berpakaian, ia keluar dari kamar dan langsung berbelok ke dapur. Di sana, ia melihat Vanilla berdiri membelakanginya dan sedang mengadu

