Jadi, Kalian memilih Bertahan?

2186 Kata

Lauren masuk ke kantor Joshua melalui pintu kaca transparan yang otomatis akan terbuka saat ia mendekat. Ia melepaskan kacamata hitam yang sebelumnya menutupi kedua matanya. Kaki jenjangnya melangkah dengan mantap mendekati lift di sudut lobi yang saat itu tidak terlalu ramai. Orang-orang yang mengenalnya sedikit menunduk dan tersenyum ramah. Ia membalasnya dengan senyum kecil. Ia sebenarnya tidak terlalu suka berbasa-basi, namun ia perlu mempertahankan image yang baik. Seseorang karyawan menekan tombol empat belas untuknya. Ia tersenyum kecil sebagai ucapan terima kasih. “Aku bertemu dengan calon tunangan bos di lift.” Vanilla yang baru saja hendak keluar dari bilik kamar mandi mengurungkan niatnya. Ia kembali mengunci dan mendengar suara orang semakin dekat. “Oh, ya. Katanya mereka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN