“Ayo, kita jemput putra kita.” Sierra menepuk punggung Daniel. Daniel mengangguk, masih menyembunyikan wajahnya di bahu Sierra selama beberapa saat. Setelah itu, Daniel mengangkat kepalanya dan menurunkan Sierra. Wajahnya sudah kembali datar dan dingin. Matanya tak lagi menunjukkan keresahan atau emosi apapun. Sepasang bola mata hitam itu terlihat begitu dingin dan datar tanpa perasaan sedikitpun. Daniel tidak berkata apapun, dia hanya melangkah menuju pintu sambil menggandeng Sierra. Hanya Sierra yang menyadari betapa eratnya dan dinginnya jemari Daniel di tangannya. Daniel membuka pintu dan berhadapan dengan Hendri yang memberikan anggukan sebagai salam dan kemudian berjalan di belakang Daniel dan Sierra mengikuti keduanya menuju ruang pertemuan. Sesaat sebelum memasuki ruangan, Dani

