Daniel berdiri di hadapan anak buahnya, dia belum berkata apapun, namun aura membunuh yang terpancar dari tubuhnya sudah bisa membuat pria-pria yang bertubuh besar itu bertekuk lutut tanpa bisa banyak melawan. Ayah Willy adalah seorang prajurit yang sudah lama berlatih di bawah pimpinan Daniel, dengan susah payah, ia berusaha melawan tekanan yang diberikan Daniel dan menggerakkan kakinya dengan susah payah dan mendekati Ans. Di hadapan bocah itu, dia berlutut menyamakan tinggi pandangannya dan sambil mengatupkan kedua tangannya di depan d*da, ia berkata dengan sangat memelas, “Tuan Muda, ini semua salahku. Saya yang tidak pandai melihat keadaan, hingga berani mengusik Tuan Muda dan Nyonya. Saya mohon maafkan kami, Saya yakin Tuan Muda adalah pria yang berhati besar, mohon ampuni aku.” S

