Melihat sosok yang tidak diduga berdiri dihadapannya, Sierra hanya bisa diam membeku dan terperangah. Ia melupakan penampilannya saat ini. Daniel sendiri hanya bisa menelan ludah saat diberikan tontonan yang begitu menggoda di hadapannya. Kulit lembut dan halus seputih salju Sierra, terpampang di depan matanya, seakan menantang untuk dicium dan disentuh. Saat membuka pakaian Sierra tidak sengaja menyenggol kran air, sehingga air sempat tersemprot ke arahnya dan membuat rambutnya basah, sehingga saat berada di depan Daniel, air dari rambutnya masih menetes. Bahkan bagi seorang Daniel yang selalu bersikap dingin, tatapannya tidak bisa lepas, saat mengikuti air yang mengalir menuruni lehernya yang jenjang, terus ke tulang selangkanya, dan berakhir di belahan d*danya, membuat wanita itu ter

