Begitu mendengar pintu apartemennya tertutup, langkah berat sepatu boot militer yang semakin menjauh dan suara dentingan lift. Sierra menjatuhkan tubuhnya ke lantai dan menangis sekuat tenaga. Air matanya mengalir dengan deras, menetes membasahi lantai kayu apartemennya. Isakan Sierra begitu menyayat hati. Nama Daniel dan kata maaf terus disebut-sebut Sierra di tengah-tengah isakannya. Sierra bergelung di lantai dan menekuk tubuhnya seperti janin. Isakannya terus terdengar begitu menyedihkan, air matanya terus mengalir dari kedua matanya yang tertutup rapat. “Maaf…maafkan aku Daniel. Maaf, aku telah berbohong.” “Aku tidak bersungguh-sungguh mengatakan aku tidak mencintaimu lagi. Aku masih sangat-sangat mencintaimu Daniel. Hanya saja…diriku sudah kotor. Aku tidak pantas berdiri di sisi

