Hati Daniel bergetar keras saat mendengar teriakan Ans dan melihat kepergian putranya mengejar sang ibunda. Dia segera melepaskan tangan Jasmine dan hendak mengejar kedua orang itu. Akan tetapi, dengan sigap, Jasmine segera memeluk pinggangnya dan bertanya dengan nada khawatir, “Daniel, kau mau kemana?” Langkah kaki Daniel seketika terhenti, dia merasa hatinya begitu resah, bingung, gundah, kesal, perih semua bercampur aduk menjadi satu. Sosok kurus wanita itu dan bocah mungil yang berwajah sama dengannya terus bermunculan di kepalanya. Namun, Daniel masih belum mengerti apa yang sebenarnya ia inginkan. Setelah terdiam beberapa saat, akhirnya ia menggelengkan kepala dan menjawab, “Tidak kemana-mana.” Senyum bahagia merekah di wajah Jasmine. Dia sudah menang. Dirinya sangat gembira saat

