"Kamu darimana saja, Nabilla? Kamu anggap apa kami ini? Kami sudah menunggu hampir 40 menit!" urai Bu Mala dengan pandangan galak, mirip pandangan Kak Erlan beberapa bulan yang lalu. Hal itu dia lontarkan saat aku baru sampai di gedung F2 dengan kondisi napas tersengal-sengal. Iyalah secara aku membawa 2 badan. Aku saja sampai tak mendengarkan teriakan ngomel Kak Erlan dan Dea yang khawatir melihatku berlari. "Maafkan saya, Bu Mala. Saya benar-benar tidak sengaja," ujarku sambil mengatur napas. "Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya ya Bapak, Ibu," ujarku sambil menatap Pak Bonar dan Bu Hudani, dosen pengujiku. Kedua dosen profesional itu mengangguk. Mereka tampak iba melihatku yang sedang hamil besar ini. "Selamat pagi, saya Kapten Inf. Airlangga Handojo, suami Nabilla L

