“Al-Jeje masih menginap di apartemen, bu?” tanya itu datang dari Athaar yang muncul untuk menjemput Ibu. Istrinya Dillah sudah pulang sejak tadi, gantian mengurus putri mereka. “Aa, ngapain jemput? Nanti Ibu minta antar saja sama salah satu yang kerja.” Ucapnya terkejut dapati sulung datang menjemput padahal sudah dilarang. Athaar jarang punya waktu karena jam terbangnya, jadi Ibu maunya sang putra lebih banyak habiskan waktu dengan istri dan anaknya saja jika sedang ada di rumah. “Dillah lagi mandiin Rara tadi, aku enggak ada kesibukan jadi bisa jemput Ibu.” Ibu mengangguk, “belum selesai ini.” “Aku tunggu kok, bu.” “Ya sudah. Oh soal Al-Jeje, mereka masih sama-sama sibuk. Pulangnya larut terus, lembur. Jadi sebaiknya memang menginap di apartemen saja dulu. Althaf sih sudah bias

