David melangkah terburu-buru keluar dari terminal kedatangan, mengabaikan seruan petugas bandara dan langsung masuk ke dalam taksi yang sedang mengantre. Nafasnya masih memburu, memacu adrenalin yang beradu dengan rasa lelah yang luar biasa. “Pak, ke Rumah Sakit Citra Husada. Cepat ya, Pak,” ucap David, suaranya terdengar mendesak namun tetap sopan. “Siap, Mas,” sahut sang sopir singkat, lalu mulai memacu mobil membelah jalanan malam yang mulai lengang. David merebahkan punggungnya pada kursi penumpang yang terasa kaku. Ia memejamkan mata, mencoba meredam denyut di pelipisnya. Namun, kegelapan di balik kelopak matanya justru memanggil kembali kepingan memori beberapa tahun kebelakang. Saat mereka masih mengenakan seragam putih abu-abu. Flashback David berdiri dengan kaki yang sediki

