Pengantin yang Tertunda

1051 Kata

"Tutup mulutmu, b******k!" Suara David menggelegar, memutus udara dengan kebencian yang sudah mencapai puncaknya. Tanpa peringatan, ia melesat bak peluru, menerjang Jonathan yang belum sempat menghindar. BUG! Satu hantaman keras mendarat telak di rahang Jonathan. Amarah yang selama ini mengendap di d**a David meledak, mengalir ke kepalan tangannya yang menghujam membabi buta. Jonathan terjerembap ke lantai, namun David tidak memberinya ruang untuk bernapas. Ia menindih tubuh itu, terus melayangkan pukulan demi pukulan yang dipicu oleh rasa dikhianati yang teramat dalam. "Kau harusnya tidak menampakkan wajahmu di sini! Urus saja calon istrimu, perempuan jalang itu!" teriak David dengan suara serak, hampir menyerupai raungan binatang buas. Suasana seketika pecah menjadi kekacauan. Jer

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN