Semburan napas keluar dari hidung dan juga mulut Annie, disertai pula batuk-batuk berdahak. Lalu, kedua matanya mulai membuka perlahan. Masih samar-samar untuk bisa melihat keadaan sekitar. Jemarinya yang lemas itu mulai bernyawa lagi, bergerak satu persatu. Annie mulai membangunkan tubuhnya yang awalnya tersimpuh. Gadis itu memegangi kepalanya yang pening, dan mengatur napasnya untuk kembali normal. Ia mengerjap, membuat pandangannya kembali jernih. "A-ada di mana aku?" tanyanya pelan. Annie menoleh ke sekitarnya, ia tak menemukan apapun kecuali pepohonan yang besar dan menjulang tinggi. Setelah menyadari kalau ia sedang berada di tempat asing, ia mulai panik. "Gue ada mana?" tanyanya lagi, dengan suara yang panik. Ia tak menemukan siapapun di sana kecuali dirinya. Suasananya begitu

