Tiga Puluh Lima

1100 Kata

Runa baru saja keluar dari ruangan dokter umum bersama Irsyad yang menggendong Akia. Wajahn keduanya yang terlihat cemas sangat berbeda dengan Akia yang terlihat riang mengamati sekeliling.  “Kita pulang?” tanya Akia pada Ayahnya.  Irsyad tersenyum tipis. “Sebentar ya, Kak, Bunda mau di periksa dulu,” jawab Irsyad sambil merapikan poni anaknya yang berantakan. “Kan udah,” sahut Akia, bingung.  “Periksa lagi, Kakak temani Bunda ya,” jawab Runa membuat Akia mengangguk.  Perawat yang mengantarkan mereka berhenti di poli kandungan, setelah meminta Runa dan Irsyad menunggu ia menemui rekannya yang bertugas di sana. Tak lama menunggu Runa sudah di panggil ke dalam ruangan. Melihat lelaki berjas putih di balik meja menyambutnya Runa mundur beberapa langkah. Irsyad yang berada di belakangnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN