“Pagi, Mas," sapaan hangat menyambut Irsyad yang baru saja sampai di ruangannya. Ia yang hendak menghubungi Runa mendongak begitu mendengar suara yang ia kenali. "Kamu mau apa lagi?" Tanyanya malas. Ia kembali melangkah tanpa memedulikan si botak yang selalu menguras emosi. "Apa kabar, Mas?" Irsyad membalikan tubuhnya memandang ke arah lelaki yang sedang berdiri dengan tegap di hadapannya dengan tatapan sinis, terlihat sekali Irsyad sudah muak dengan Dito. "Saya enggak butuh basa basi kamu, pergi sana," usir Irsyad. Tangannya mengibas di udara, lalu menarik kursi di balik meja kerjanya. Mendaratkan b****g di sana dengan mata yang kembali fokus ke ponsel pintarnya. "Saya kangen loh sama Mas Irsyad," ucap Dito yang berjalan mendekati meja kerja Irsyad. Mendongak perlahan, mata Irsyad me

