Delapan Belas

1541 Kata

Suara klakson mobil yang terdengar dari rumah, diikuti suara pintu pagar membuat Runa berlari kecil ke depan rumah. Irsyad keluar dari mobil yang terparkir di depannya. “Kakak mana? Tidur?” tanya Irsyad setelah mencium kening Runa.  “Lagi mainan sama Gi, di dalam sama Rania juga,” jawab Runa, ada raut cemas yang tertangkap oleh Irsyad. “Ada apa?” tanya Irsyad.  “Nanti aku jelaskan, kamu ganti baju dulu ya,” jawab Runa. Irsyad mengangguk dan masuk ke dalam rumah diikuti Runa di belakangnya. Keduanya langsung masuk kamar utama setelah sebelumnya Irsyad menyapa Rania. “Lukanya lumayan payah, Yah, aku sampai ikut ngerasain perih saat bersihin tadi,” ucap Runa pada Irsyad. Suaminya yang baru tiba sepuluh menit lalu itu duduk di sofa yang ada di kamar, Irsyad menatap tak percaya ke arahnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN