Empat Belas

1802 Kata

Ponsel di genggaman Irsyad hampir terjatuh karena tarikan tiba-tiba dari tangan Runa. Tak ada angin tak ada hujan istrinya yang berada di dapur tiba-tiba saja menghampirinya dan membawanya ke kamar.  “Kamu kenapa sih, Run? Mau minta jatah? Ada tamu lho di depan, enggak enak kalau kita...” “Ck! mulut kamu tuh sama kotornya kayak otak kamu,” potong Runa kesal. “Mulut kamu ketularan pedasnya mulut aku ya, Run, secepat itu virus menyebar lewat ciuman,” ucap Irsyad. Pukulan keras mendarat di bahu Irsyad, bahkan sampai menimbulkan suara keras. “Kamu ngaku sama aku, Yah!” ucap Runa tegas “Ngaku apa?” tanya Irsyad bingung. “Kamu punya hubungan ‘kan sama Mbak Helena?” tanya Runa lagi Irsyad menghela napas panjang. “Iya. Emang aku ada hubungan sama El—“ jawab Irsyad. “Jadi benar kamu mau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN