Pagi buta aku diantar Hayam Wuruk. Syukurnya aku sedang berhalangan jadi tidak perlu melakukan ibadah pagi. Semalam aku tidak bisa tertidur. Berkali-kali kucoba, aku tetap merasa gelisah. Bagaimana jika Joko dihukum mati? Hanya itu yang berulang kali terlintas di kepalaku. Sanking berisiknya aku yang tidak bisa tidur, semalam Hayam Wuruk mengunci pergerakanku dengan pelukannya. "Jika kamu bergerak lagi, aku cium." Ucapnya semalam, dan semua itu berakhir dengan aku keram di seluruh tubuh karena tidak bergerak sama sekali. Tapi berkat itu, aku bisa tertidur, sedikit. Karena itulah aku sekarang sedang terkantuk-kantuk di kereta yang kunaiki bersama Hayam Wuruk. Berkali-kali kepalaku terjatuh di pundaknya. Namun aku kembali menegakkan kepalaku. "Sudahlah, aku tau kamu kurang tidur. Tid

