Selepas kepergian Rakryan Putra kemarin, semuanya menjadi kembali seperti semula. Namun ada situasi yang berbeda dari sebelumnya. Bedanya, aku harus pindah kamar menjadi bersebelahan dengan kamar Hayam Wuruk. "Ratu, kemungkinan pemindahan kamarmu akan dilakukan mulai besok pagi. Apakah tidak apa jika kamu sekamar denganku?" "Aku bisa sekamar dengan Nertaja." "Kamar Nertaja penuh dengan tugas kerajaan." "Kenapa kamarmu tidak?" "Aku menyelesaikan tugasku terlebih dahulu sebelum beristirahat. Nertaja bukanlah orang yang begitu. Karena itu kamarnya berantakan sekarang. Dan selalu begitu." Singkat saja, kamu mau tidur dengan anak perempuan berusia 17 tahun kan? Di sisi lain, terdapat Nertaja yang menghampiriku dengan muka tidak terdefinisikan. "Ratu, maaf sekali kita tidak bisa sekamar

