Aku Melangkah Pergi

1245 Kata

Pagi ini aku sudah siap dengan barang bawaanku. Lengkap dengan obat-obatanku dari masa depan. Hayam Wuruk dan Nertaja melepas kepergianku dengan tatapan sendu. "Kapan rutenya diberitahukan?" Tanyaku kepada Nertaja "Segera setelah para peserta berkumpul." Aku banyak melihat peserta dari desa lain. Rata-rata berparas ayu semua. Di sini aku semakin insecure. Lalu aku tiba-tiba melihat perempuan yang pernah ku jumpai di pemukiman warga. Yang ayahnya seorang petani itu. "Hayam Wuruk, kamu ingat dia?" Tanyaku sambil menunjuk si "dia" menggunakan dagu. Hayam hanya memberikan tatapan bingung. "Siapa dia?" Ah, waktu itu kan aku berjalan sama Nertaja. "Dia, anak petani tua waktu itu" "Ah, ternyata dia salah satu kembang desa ya?" "Iya." Lalu kami kembali saling diam. Biasanya, saat ini N

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN