Tubuh Raina membeku seketika. Sontak genggaman ponselnya pun melonggar, mengakibatkan ponsel berwarna hitam itu terjatuh ke lantai. Raina langsung saja menutup mulutnya dengan kedua tangannya dan menggeleng tak percaya. "Kiara Putriku!" Histeris Raina. Tubuh Raina seketika lunglai. Dia tampak sangat tidak percaya kala menerima kabar itu. Setelah beberapa menit Raina terdiam. Akhirnya hati dan pikirannya tergerak untuk segera menuju ke rumah sakit Medika. Di sepanjang perjalanan Raina hanya bisa merapalkan doa-doa dengan air mata yang masih setia mengalir di pipinya. Butuh waktu kurang lebih empat puluh lima menit dari rumah Kiara menuju ke rumah sakit Medika. Sementara itu, di rumah sakit Medika. Tampak seorang dokter berjubah operasi kini sedang berkutat dengan pisau bedah. Deng

