LEMBAR 56

1002 Kata

Ariska dan Fero saling memandang sejenak. Seolah bertukar pikiran tentang apa yang harus mereka katakan pada sang wanita paruh baya yang ada di depan mereka kini. Tujuan utama Ariska memang jelas. Namun, Ariska menyadari jika ada Fero di sana. Ia tak mau jika Fero sampai tahu apa tujuannya bertemu dengan Bu Tuti. Apalagi Fero adalah tipe orang rese yang suka mencampuri urusan orang lain. "Malam, Bu. Saya Ariska. Ini Fero, temen saya. Kami ada keperluan sama ibu. Ibu ada waktu nggak ?" Ariska mengatakan dengan sopan dan lemah lembut. Membuat siapapun akan terenyuh oleh kata-kata itu. Dia memang pandai dalam hal memikat. Begitulah pikir Fero untuk sesaat. "Waduh, Mbak. Maaf. Saya baru pulang keliling jualan. Jadi, capek semua badan saya. Gimana kalau lain hari aja, ya? Nggak masalah, kan?

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN