LEMBAR 62

2050 Kata

"Ketika semua mulai terpecahkan satu persatu." *** Akhirnya, jam pulang telah datang. Jika kemarin Iqsa terlalu sibuk untuk bersikap posesif, hari ini sikap menyebalkan itu kembali datang. Baru saja Ariska keluar dari kantor, sebuah mobil sudah berhenti tepat di depannya.  Seseorang keluar dari mobil dan menghampirinya yang terdiam memaku. "Jalan dulu, yuk." Baru saja sampai di depan Ariska, sosok itu—Iqsa— sudah mengajaknya tanpa meminta persetujuan. Sebenarnya Ariska memiliki rencana. Namun, pada akhirnya ia mengalah dan memilih untuk menerima ajakan itu. Lagipula sudah beberapa kali Iqsa menyelamatkannya dari kedua nenek lampir yang selalu mengganggunya itu. "Ke mana?" tanya Ariska sembari masuk ke dalam mobil. Iqsa tersenyum penuh arti. Setelah itu menutup pintu mobil dan masuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN