Pada akhirnya, Iqsa mengetahui semuanya. Semuanya terbongkar. Dan semuanya kacau. Malam itu rencananya Ariska dan Iqsa akan mendatangi sebuah acara yang menurut Iqsa itu adalah acara penting. Tapi tidak menurut Ariska. Acara itu terkesan sangat kelas atas. Dimana semua tamu memakai pernak pernik mencolok di tubuhnya. Seperti gelang, anting, kalung bahkan bajunya saja sudah membuat Ariska minder setengah mati. Iqsa juga sebenarnya tau, tapi untuk kali ini dia memohon agar Ariska menemaninya. Entahlah, tapi rasanya akan aman jika Ariska ada di sampingnya. "Sa, aku kan udah bilang ga suka tempat begini." Ariska merengek ketika dia merasakan pegal di kakinya akibat sepatu hak tinggi yang ia pakai. "Bentar lagi, Ris. Acara intinya belum di mulai," seru Iq

