Setelah mengetahui jika nomor asing yang menghubunginya tadi adalah Alfath, Melisa segera menyalakan ponselnya ketika ia sudah sampai di ruang kantor guru. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya ponselnya bisa kembali digunakan dengan normal. Baru saja Melisa akan menghubungi nomor tadi, niatnya harus diurungkan ketika tiba-tiba Nenti yang memang posisi mejanya berada di depan Melisa berbalik badan dan mengajak berbicara. Tapi untungnya, hal tersebut membuat Melisa menyadari jika tidak seharusnya ia menghubungi Alfath di depan orang lain, apalagi guru-guru di sekolah ini. Dan tentu saja hal tersebut disebabkan karena status pernikahan mereka yang tidak boleh diketahui. Apalagi Alfath yang berstatus sebagai pelajar di sini. Melisa menyimpan kembali ponselnya dan menanggapi apa yang diut

