Terbangun di tempat asing, walau kamar ini adalah kamar milik suaminya sendiri. Melisa menggeliat setelah menguap, ia mendudukkan dirinya seraya mengucek matanya yang terasa masih berat dan enggan terbuka. Jangan berpikir bahwa ia tertidur lelap, nyatanya ia baru bisa memejamkan mata menjelang subuh. Hingga kini matanya masih terasa berat dan membutuhkan waktu lebih lama lagi untuk terpejam. Melisa menatap sekeliling dengan linglung, nyawanya belum terkumpul sempurna. Desain interior yang ada di dalam kamar ini sangat mencirikan jika pemiliknya adalah seorang pria. Melisa tidak heran dengan banyaknya barang yang berwarna hitam dan terkesan metal. Sprei yang membungkus kasur yang ditempatinya kini pun berwarna hitam dengan gambar kepala macan yang beterbangan di mana-mana. Bahkan Melisa

