Kontrak Pernikahan

1109 Kata

“Berkontrak?” Melisa menatap wajah pria yang masih tampak belia di seberangnya. Ia merasa tak mengerti ke mana maksud perkataan Alfath mengarah. “Ya, pernikahan berjangka waktu.” Kedua mata Melisa praktis membola, merasa tak percaya jika calon suaminya bisa mengatakan hal konyol seperti itu. Perjodohan ini saja sudah terasa sangat konyol, Melisa tidak ingin pernikahannya akan bertambah konyol lagi. Pernikahan berjangka waktu? Memangnya ada pernikahan seperti itu? Menikah untuk bercerai? Melisa menggelengkan kepalanya tegas, jelas menolak gagasan yang diajukan oleh murid nakalnya. “Kamu pikir menikah itu mainan?” Helaan napas kasar terbuang percuma, Alfath menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa agar terlihat lebih santai meski tidak sesuai dengan suasana hatinya. Pernikahan buk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN