Keanu masih saja memicingkan matanya ke arah Alfath. Kini rasa curiga yang hinggap di hatinya akan diri sahabatnya tersebut semakin membesar dan menguat saja. Keanu tidak bodoh untuk tidak menyadari bahwa Alfath merasa keberatan saat tahu jika Melisa mengobrol dengan dirinya. Dan hal tersebut sangat tidak masuk akal! Keanu sudah sangat mengenal bagaimana tabiat sahabatnya tersebut. Rasanya mustahil jika Alfath mau menyibukkan dirinya untuk mengurusi Keanu dan Melisa jika Alfath sama sekali tidak punya keperluan. Latihan pertama untuk bekal ujian sudah berlalu, dan guru selanjutnya belum memasuki kelas. Keanu menggunakan waktunya tersebut untuk memerhatikan Alfath dengan saksama yang mana hal tersebut membuat Alfath yang awalnya mencoba tak acuh pada akhirnya menyerah dan membalas tatapan

